0

Makalah Penjadwalan

Kamis, 25 November 2010

BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG
Penjadwalan proses yaitu kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di system operasi yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan oleh sistem computer. Adapun tugas penjadwalan yaitu untuk memutuskan
1.      Proses yang harus berjalan
2.      Kapan dan brapa lama proses itu berjalan. Ini adalah gambar type2 penjadwalan:
Terdapat beberapa algoritma penjadwalan CPU, diantaranya :
1.      Round robin
2.      MFQ(Multiple feedback Queue)
3.      SRF(Short Ratio First)
4.      HRN(Highest Ratio next)
5.      PS(Priority Scheduling)
6.      GR(Guaranteed Scheduling)
7.      Penjadwalan First Come, First Served (FCFS)
B.   RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana cara penjadualan dengan menggunakan strategi penjadualan berprioritas dan penjadualan terjamin, ketika pemroses melakukan eksekusi proses yang berkaitan dengan  operasi pada beberapa peripheral I/O secara bersamaan?
  2. Bagaimana membedakan strategi penjadualan berprioritas dan penjadualan terjamin, ketika penjadualan tersebut bekerja pada peripheral I/O?


C.    TUJUAN
a.    Untuk mengetahui cara penjadualan dengan menggunakan strategi penjadualan berprioritas dan penjadualan terjamin, ketika pemroses melakukan eksekusi proses yang berkaitan dengan  operasi pada beberapa peripheral I/O secara bersamaan
b.    Untuk membedakan strategi penjadualan berprioritas dan penjadualan terjamin, ketika penjadualan tersebut bekerja pada peripheral I/O

















BAB II
PEMBAHASAN
A.   PEMBAHASAN

Algoritma Penjadwalan Prioritas

Penjadwalan berdasarkan prioritas memberikan prioritas kepada masing-masing proses berdasarkan tingkat kepentingannya; proses yang lebih penting di berikan prioritas lebih tinggi daripada proses lain yang dianggap kurang penting. Apabila penjadwalan yang digunakan juga mendukung preemption dan tersedia sebuah proses berprioritas tinggi, maka sebuah proses yang berjalan sekarang ini di CPU akan didahulukan. Penjadwalan ini hanya mendukung sistem waktu nyata lembut. Contoh sistem yang mengunakan penjadwalan ini adalah Solaris, Windows XP dan Linux.
Ada pun algoritma penjadual prioritas adalah sebagai berikut:
·         Setiap proses akan mempunyai prioritas (bilangan integer). Beberapa sistem menggunakan integer dengan urutan kecil untuk proses dengan prioritas rendah, dan sistem lain juga bisa menggunakan integer urutan kecil untuk proses dengan prioritas tinggi. Tetapi dalam teks ini diasumsikan bahwa integer kecil merupakan prioritas tertinggi.
·         CPU diberikan ke proses dengan prioritas tertinggi (integer kecil adalah prioritas tertinggi).
·         Dalam algoritma ini ada dua skema yaitu:
1.      Preemptive: proses dapat di interupsi jika terdapat prioritas lebih tinggi yang memerlukan CPU.
2.      Nonpreemptive: proses dengan prioritas tinggi akan mengganti pada saat pemakain time-slice habis.
·         SJF adalah contoh penjadual prioritas dimana prioritas ditentukan oleh waktu pemakaian CPU berikutnya. Permasalahan yang muncul dalam penjadualan prioritas adalah indefinite blocking atau starvation.
·         Kadang-kadang untuk kasus dengan prioritas rendah mungkin tidak pernah dieksekusi. Solusi untuk algoritma penjadual prioritas adalah aging.
·         Prioritas akan naik jika proses makin lama menunggu waktu jatah CPU.
 Sedangkan dalam penjadwalan terjamin algoritmanya akan menjalankan proses dengan rasio paling rendah hingga naik ketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya.  Ilustrasinya  jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendapatkan 1/N dari daya pemroses CPU. Untuk mewujudkannya, sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU untuk semua proses sejak login dan juga berapa lama pemakai sedang login. Kemudian jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dengan n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU. Karena jumlah waktu pemroses tiap pemakai dapat diketahui, maka dapat dihitung rasio antara waktu pemrosesyang sesungguhnya harus diperoleh, yaitu 1/N waktu pemroses seluruhnya dan waktu pemroses yang telah diperuntukkan proses itu. Rasio 0,5 berarti sebuah proses hanya punya 0,5 dari apa yang waktu CPU miliki dan rasio 2,0 berarti sebuah proses hanya punya 2,0 dari apa yang waktu CPU miliki.
Cara membedakan strategi penjadualan berprioritas dan penjadualan terjamin dapat dilakukan dengan melihat algorimanya pada setiap proses yang dilakukan.

Pada penjadwalan prioritas:
1.         Setiap proses akan mempunyai prioritas (bilangan integer)
2.         CPU diberikan ke proses dengan prioritas tertinggi
3.         Menggunakan Preemptive Nonpreemptive skema
4.         Kadang-kadang untuk kasus dengan prioritas rendah mungkin tidak pernah dieksekusi. Solusi untuk algoritma penjadual prioritas adalah aging.
5.         Prioritas akan naik jika proses makin lama menunggu waktu jatah CPU


Sedangkan Penjadawalan terjamin:
1.      Memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yang sama) untuk membuat dan menyesuaikan performanceIntinya penjadwalan terjamin
2.      Jika ada N pemakai, sehingga setiap proses (pemakai) akan mendapatkan 1/N dari daya pemroses CPU.
3.      Sistem harus selalu menyimpan informasi tentang jumlah waktu CPU untuk semua proses sejak login dan juga berapa lama pemakai sedang login
4.      Jumlah waktu CPU, yaitu waktu mulai login dibagi dengan n, sehingga lebih mudah menghitung rasio waktu CPU.
5.      Menghitung rasio antara waktu pemroses
Intinya pada penjadwalan prioritas  tiap proses diberi prioritas dan proses yang berprioritas tertinggi mendapat jatah waktu lebih dulu (running) sedangkan penjadwalan terjamin akan menjalankan proses dengan rasio paling rendah hingga naik ketingkat lebih tinggi diatas pesaing terdekatnya.










BAB III
PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Priority Schedulling (PS) adalah tiap proses diberi prioritas dan proses yang berprioritas tertinggi mendapat jatah waktu lebih dulu (running).  Berasumsi bahwa masing-masing proses memiliki prioritas tertentu, sehingga akan dilaksanakan berdasar prioritas yang dimilikinya. Ilustrasi yang dapat memperjelas prioritas tersebut adalah dalam komputer militer, dimana proses dari jendral berprioritas 100, proses dari kolonel 90, mayor berprioritas 80, kapten berprioritas 70, letnan berprioritas 60 dan seterusnya. Dalam UNIX perintah untuk mengubah prioritas menggunakan perintah nice.
Penjadwalan  berprioritas dinamis memberikan janji yang realistis (memberi daya pemroses yangsama) untuk membuat dan menyesuaikan performance adalah jika ada N pemakai,sehingga setiap proses (pemakai) akan mendapatkan 1/N dari daya pemroses CPU.
Algoritma penjadwalan PS (priority scheduling) adalan penjadwalan berprioritas yang setiap proses dilengkapi dengan prioritas. CPU dialokasikan untuk proses yang memiliki prioritas paling tinggi. Jika beberapa proses memiliki prioritas yang sama, maka akan digunakan Algoritma FiFo
Algoritma penjadwalan GS (Guaranted schedulling) merupakan penjadwalan terjamin yang harus menjaminbahwa algoritma tersebut mempunyai kinerja yang cukup bagus dan menjanjikan kelangsungan hidup yang baik. Contoh misalnya ada N user yang sedang aktif, maka tiap-tiap user dijamin akan menerima 1/N dari kemampuan CPU.




DAFTAR  PUSTAKA
http://blog.uin-malang.ac.id/iantoro/2010/10/13/algoritma-penjadwalan/ .(Diakses online pada tanggal, 30 Oktober 2010)
(diakses pada 2 November 2010)









0 komentar:

Poskan Komentar